A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/dutape01/public_html/system/sessions/ci_session3abc0f2b69fdc24aa57a0932e8360351eb580d85): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 172

Backtrace:

File: /home/dutape01/public_html/sisteminformasi.dutapersadajogja.com/controllers/Article.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/dutape01/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/dutape01/public_html/system/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/dutape01/public_html/sisteminformasi.dutapersadajogja.com/controllers/Article.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/dutape01/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

Duta Persada Jogja

Article Details

Temukan inspirasi dan wawasan seputar perhotelan, kapal pesiar, dan industri pariwisata di Article kami. Langkah kecil menuju sukses dimulai di sini.

Bagian-bagian Kapal yang Harus Kamu Pahami

Pada prinsipnya kapal penyeberangan dan kapal perairan pedalaman dengan kapal yang digunakan pelayaran di laut memiliki karakteristik yang sama, kecuali pada bagian tertentu. Dimana kapal pelayaran dilengkapi dengan sistem pintu pendarat (ramp door) untuk naik turun penumpang dan kendaraan serta pola sandar pada dermaga yang khusus digunakan untuk kapal pelayaran.

Bagian-bagian Kapal

Bagian-bagian utama kapal terdiri dari:

  1. Cerobong;
  2. Buritan;
  3. Propeller;
  4. Kulit kapal;
  5. Mesin;
  6. Lampu sorot;
  7. Haluan;
  8. Geladak utama;
  9. Bangunan atas (Superstructure) di mana ditempatkan anjungan kapal, kabin untuk awak.

Pada kapal pelayaran Ro-ro masih dilengkapi dengan pintu rampa yang terletak pada haluan dan buritan kapal.

Lambung kapal

Lambung kapal atau dalam bahasa Inggris disebut hull adalah badan dari perahu atau kapal. Lambung kapal menyediakan daya apung (Bouyancy) yang mencegah kapal dari tenggelam yang dirancang agar sekecil mungkin menimbulkan gesekan dengan air, khususnya untuk kapal dengan kecepatan tinggi.

 Rancangan bangunan lambung kapal merupakan hal yang penting dalam membuat kapal, karena merupakan dasar perhitungan stabilitas kapal. Besarnya tahanan kapal tentu berdampak pada kecepatan kapa, konsumsi bahan bakar, besaran daya mesin serta draft/ sarat kapal untuk menghitung kedalaman yang diperlukan. Dalam kaitannya dengan kolam pelabuhan yang akan disinggahi serta kedalaman alur pelayaran yang dilalui oleh kapal tersebut.

Kulit kapal

Kulit kapal merupakan permukaan kapal yang terbuat dari plat–plat baja, kayu atau aluminium yang disambung menjadi lajur yang terdapat pada badan kapal biasa disebut dengan kulit kapal atau disebut juga ship shell. Kegunaan kulit kapal adalah sebagai beriku:

 

  • Untuk memberikan kekuatan struktur membujur kapal.
  • Menerima beban dari kapal dan muatannya.
  • Merupakan penutup kedap air dari dasar hingga bagian atas kapal.
  • Lajur kulit kapal diberi nama dengan abjad a,b,c,d dan seterusnya mulai dengan lajur dasar.
  • Sambungan plat diberi nama dengan angka 1,2,3 dan seterusnya dari depan ke belakang.

Bahan modern yang kerap digunakan dalam pembuatan kapal kecil yang banyak ditemukan dalam pelayaran pedalaman adalah serat kaca atau yang dikenal sebagai fiber-glass. Proses pembuatannya tidak sulit, tetapi dibutuhkan cetakan kulit lambung kapal.

 Sekat Tubrukan

Pada bagian kapal, sekat tubrukan ini ditentukan letaknya yaitu 5% dari panjang kapal pada garis air dihitung dari haluan kapal. Pada kapal panjang ditambah 10” ( feet ).

Fungsi Sekat Tubrukan

 

  • Sekat Tubrukan memiliki berbagai kegunaan yaitu:
  • Mencegah kebocoran.
  • Memperkuat melintang kapal setempat.
  • Jika terjadi kebocoran pada kapal, maka kapal dapat berlayar pelan-pelan dengan menggunakan sekat Tubrukan.

Ketentuan membuat Sekat Tubrukan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan kaitannya dengan sekat Tubrukan adalah:

  • Sekat Tubrukan ini harus lebih tebal dari pada sekat kedap air lainnya.
  • Batas penguat harus ditaruh pada bagian muka sekat Tubrukan masing-masing berjarak 24”.
  • Baja siku dipasang pada bagian sekat pelanggaran.

 

Sekat Belakang

Pada sekat belakang pada bagian lobang baling-baling harus ditambah plat yang lebih tebal 22 mm untuk menahan getaran baling-baling. Bagi penguat yang terletak di bagian belakang kapal, masing-masing berjarak 24” dan baja siku keliling diletakkan pada bagian muka kapal.

 Lunas Kapal

Lunas adalah bagian terbawah dari kapal, lunas terdiri dari berbagai jenis yaitu lunas dasar, lunas tegak dan lunas lambung. Lunas dasar merupakan lajur kapal pada dasar yang tebalnya +/- 35 % dari pada kulit kapal lainnya.

Sedangkan lunas tegak ialah lunas yang tegak sepanjang kapal , tebalnya 5/8 lebih besar daripada lunas dasar pada 4/10 bagian lunas tegak di tengah–tengah kapal.  Kapal besar pada umumya memiliki lunas lambung yang berfungsi untuk melindungi kapal bila kandas. Lunas lambung ini biasanya terdapat 1/4 - 1/3 dari panjang kapal pada bagian tengah yang berfungsi juga untuk mengurangi olengan kapal.

 Anjungan

Anjungan (bridge) adalah ruang komando kapal di mana ditempatkan roda kemudi kapal, peralatan navigasi untuk menentukan posisi kapal berada dan biasanya terdapat juga kamar nakhoda dan kamar radio. Anjungan biasanya ditempatkan pada posisi yang mempunyai jarak pandang yang baik ke segala arah.

 Alat-alat yang melengkapi anjungan modern adalah:

  • Roda kemudi,
  • Radar
  • Global Positioning Satelite atau dikenal sebagai GPS,
  • Radio komuniasi
  • Perangkat komando ruang mesin
  • Kompas
  • Teropong

 Geladak

Geladak dalam bahasa Inggris berarti deck atau lantai kapal. Nama-nama geladak ini tergantung dari banyaknya geladak yang ada di kapal tersebut.

 

Pada umumnya geladak yang berada di bawah dinamakan geladak dasar sedangkan geladak yang di atas dinamakan geladak atas atau geladak utama (main deck). Bila antara geladak dasar dan geladak atas terdapat geladak lagi, maka geladak tersebut dinamakan geladak antara.

 

Konstruksi Pembuatan Geladak

Geladak besi 

Kapal-kapal besi umumnya menggunakan geladak yang terbuat dari plat baja, yang dilas satu dengan yang lainnya dari kedua arah (atas dan bawah).  Plat baja ini bertumpu pada gading-gading (kerangka) kapal. Pada kapal Ro-ro/penyeberangan geladak kendaraan harus mampu untuk menahan beban kendaraan beserta muatannya.

Geladak kayu 

Geladak terbuat dari papan kayu yang tahan terhadap air laut yang disusun berdampingan dan bertumpu ke gading-gading kapal.  Untuk membuat geladak kedap terhadap air, celah di antara papan yang digunakan diisi dengan serat tahan air dan diikat/direkatkan dengan tar atau resin. Geladak kayu digunakan pada kapal-kapal pinisi, yach atau kapal kayu.

Geladak serat kaca 

Bahan modern yang banyak digunakan pada kapal-kapal kecil adalah geladak yang terbuat dari kaca serat atau yang dikenal fiber glass yang mudah dibuat dan ringan.  Serat kaca juga digunakan untuk melapis geladak kayu agar lebih kedap air serta tahan lebih lama.

Gading 

Merupakan rangka dari kapal di mana kulit–kulit kapal diletakkan. Nama dari gading disesuaikan dengan tempatnya. Gading yang terletak di sekitar haluan disebut gading haluan.  Gading yang terletak pada tempat yang terlebar dari kapal disebut gading besar sementara gading yang terletak di sarung poros baling–baling disebut gading kancing.

Gading–gading ini mempunyai jarak antara satu dan lainnya kira–kira 21–37 inci sesuai dengan ukuran kapal dan diberi nomor urut mulai nol yang dimulai dari belakang.

Lajur Geladak

Bagian ini biasanya terbuat dari kayu yang melapisi geladak baja. Untuk itu kayu lajur geladak ini harus memenuhi kriteria di bawah ini:

 

  • Cukup keras, tahan lama, dan daya serap air harus sekecil mungkin.
  • Dalam perubahan suhu, perubahan kembang dan menyusut harus sekecilnya.
  • Tidak mengandung bahan kimia yang merusak baja.
  • Harus cukup kering.
  • Harus bersih dari serat-serat licin.
  • Untuk itulah maka lapisan ini biasanya terbuat dari bahan kayu teak sejenis Jati (di Indonesia) dan atau kayu Cemara.

 Bak

Pada umumnya kapal memiliki satu gudang mini yang dipergunakan untuk memperlancar kegiatan deck terutama pada saat sandar dan lepas sandar. Untuk itu disediakan satu ruangan yang biasa disebut bak.  Bak adalah bagian bangunan kapal yang ada di ujung depan kapal, digunakan untuk menyimpan alat tali menali kapal dan rantai jangkar.

Ini adalah bagian kapal secara umum yang harus kamu pahami. Akan lebih kompleks jika kapal berukuran lebih besar. Ini adalah bagian awal yang sederhana dan mesti kamu ketahui terlebih dahulu.