Penyakit ketika bekerja di Kapal Pesiar Dan Cara Mengatasinya
Penyakit ketika bekerja di Kapal Pesiar. Anda termasuk orang yang mendambakan bekerja di atas kapal pesiar? Seperti yang Anda tahu, kapal pesiar adalah tempat mewah yang melewati lautan. Bekerja di kapal pesiar memang identik dengan gaji yang besar. Tidak heran banyak yang mendambakan profesi tersebut, terutama kaum laki-laki. Gaji yang didapat pun setimpal dengan berbagai resiko yang mungkin dialami saat pelayaran.
Menjadi staff ABK saja sudah diimingi gaji yang cukup besar. Belum lagi kalau Anda menjadi kapten atau nahkoda kapal, tentunya upah pun akan sangat menggiurkan. Di samping itu, loyalitas dari seluruh pegawai juga akan diperhitungkan. Seperti mendapatkan bonus jalan-jalan hingga uang bonus untuk pekerja yang baik. Meski begitu, semua bisa terjadi di kapal Pesiar. Mulai dari mabuk laut, cuaca yang berubah-ubah, hingga hembusan angin laut yang menerpa tubuh. Itulah mengapa segala bentuk pemeriksaan kesehatan sangat diperlukan agar tidak terjangkit penyakit ketika bekerja di kapal pesiar. Kemungkinan terburuk saat berada di pelayaran adalah tenggelam. Entah itu disebabkan oleh kinerja mesin kapal yang performanya kurang atau dikarenakan awak kapal kurang fokus.
Macam-macam Penyakit Saat Berlayar
Kondisi kesehatan yang mulanya baik-baik saja bisa menjadi tidak baik karena berbagai alasan. Itulah mengapa setiap pekerja di kapal pesiar haris antisipasi terhadap penyakit yang akan dihadapi. Berikut macam-macam penyakit saat berlayar yang mungkin dialami saat bekerja di kapal pesiar.
-
Sakit kepala
Tahukah Anda bahwa saat seseorang menaiki kapal metabolisme otak berubah? Iya, saat Anda menaiki kapal dan melintasi laut aktivitas otak berubah karena gerakan yang tidak biasa. Sehingga butuh beberapa waktu untuk otak kembali normal. Itu merupakan salah satu penyakit yang akan dialami saat berada di kapal. Selain itu, aktivitas ombak yang tidak stabil juga menjadi pemicunya.
Apalagi dengan keadaan cuaca yang berubah akan membuat tubuh sedikit terkejut. Untuk mengantisipasi penyakit atau gejala ini Anda harus siap peralatan kesehatan seperti minyak angin, obat sakit kepala, dan lain sebagainya.
-
Diare
Kondisi di dalam kapal yang tidak stabil juga ombak laut yang mungkin begitu kuat bisa menyebabkan mual hingga diare. Penyakit ketika bekerja di kapal pesiar satu ini bisa dialami siapa saja. Terutama jika Anda kondisinya memang kurang sehat. Oleh karenanya hindari makan makanan yang memicu diare seperti makanan pedas dan asam. Di kapal pesiar memang difasilitasi tenaga kesehatan namun tidak ada salahnya Anda menjaga kesehatan agar mulut tetap menyenangkan.
-
Penyakit Norovirus
Mungkin Anda tidak terlalu familiar dengan virus yang satu ini. Sebagai orang yang akan bekerja di kelautan perlu Anda tahu bahwa virus tersebut pernah menggegerkan kapal pesiar paling besar di dunia. Tidak hanya menjangkiti satu orang tapi 277 penumpang terserang virus tersebut. Kejadian ini membuat tenaga medis kewalahan.
Orang yang terjangkit Norovirus akan mengalami gejala seperti mual, pusing, dan kram perut. Sebenarnya norovirus tidak mudah menyebar namun kasusnya menjadi berbeda ada jika anda berada di kapal pesiar kecil. Virus tersebut lebih mudah menyebar karena tak ada fasilitas kesehatan yang mumpuni ketika berada di tengah lautan.
-
Jetlag
Apapun bisa terjadi ketika anda dalam pelayaran di kapal pesiar. Entah itu cuaca yang kurang mendukung, kabut tebal di tengah lautan, atau ombak yang bisa mengguncang kapal. Terlepas dari semua keadaan yang mungkin menjadi kendala, anda pun bisa terserang jet lag. Keadaan semacam ini tentunya akan menurunkan totalitas Anda saat bekerja. Pasalnya orang yang terkena jet lag akan sulit tidur, merasa sangat kelelahan, juga sulit untuk berkonsentrasi. Untuk itu sebelum melakukan pelayaran anda perlu memperhatikan kesehatan seperti banyak mengkonsumsi air putih agar tidak dehidrasi.
-
Mabuk laut
Penyakit ketika bekerja di kapal pesiar yang satu ini bisa dialami oleh siapa saja bahkan awak kapal sekalipun. Saya ingin bekerja di kapal pesiar tentunya harus tahan akan membuat laut yang menderu. Jangan sampai keadaan tersebut malah menjadikan Anda sulit untuk berkonsentrasi. Jika anda merasakan dan pusing segera lakukan pertolongan pertama seperti menggunakan minyak atau minum air jahe. Anda juga bisa minum soda yang didalamnya mengandung asam fosfat untuk mengatasi mual.
Medical Check Up Untuk Bekerja Di Kapal Pesiar
Meski pekerjaan ini sangat menggiurkan karena gaji yang besar dan jalan-jalan melintasi laut gratis. Tidak semua orang dapat bekerja di bidang tersebut. Ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Selain pengetahuan mumpuni soal kelautan, Anda juga harus melakukan medical check up untuk bekerja di kapal pesiar.
Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh ini dilakukan agar bisa mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini. Sehingga penanganan cepat bisa dilakukan dan meminimalisir terjadinya resiko penyakit lebih parah. Beberapa gangguan kesehatan yang akan melewati pemeriksaan adalah:
-
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan kesehatan pelaut yang pertama adalah pemeriksaan fisik. MCU yang satu ini terbagi lagi menjadi beberapa aspek seperti pemeriksaan buta warna, pemeriksaan gigi, audio test, hingga THT. Ketajaman penglihatan juga menjadi faktor penting saat pelayaran.
Pasalnya di laut yang begitu luas juga cuaca yang mungkin berkabut akan mengaburkan penglihatan. Oleh karenanya kru dari pekerja kapal pesiar harus jeli. Untuk beberapa alasan pemeriksaan buta warna ini menjadi medical check up yang pertama kali dilakukan. Apabila anda tidak lulus tes color blindness maka bisa MCU tidak akan dilanjutkan. Tapi jika lulus pemeriksaan akan dilanjutkan ke aspek lainnya.
-
Pemeriksaan laboratorium
Selanjutnya ada pemeriksaan laboratorium yang fungsinya untuk mendeteksi penyakit dalam atau yang tidak terlihat secara fisik. Diantaranya cej urine, golongan darah, tingkat kolesterol juga asam urat. Untuk tes laboratorium pemeriksaan darah biasanya akan diambil sampel dua kali dalam kondisi yang berbeda. Sampel pertama akan diambil saat anda melakukan puasa dan tes yang kedua diambil 2 jam pasca puasa. Saat tes darah inilah akan diketahui berapa kadar gula darah, kolesterol, asam urat dan lain sebagainya. Jika ada kelainan misalnya kadar kolesterol tinggi maka akan diberi penanganan khusus.
-
Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan kesehatan pelaut yang ketiga adalah pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan ini meliputi foto rontgen sampai rekaman elektrokardiografi. Anda bisa melakukannya di rumah sakit terdekat atau rekomendasi dari jendral. Foto rontgen akan diambil dari alat radiasi elektromagnetik di mana agar diketahui kondisi bagian dalam tubuh. Pemeriksaan semacam ini dilakukan untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat. Sedangkan elektrokardiogram untuk mendeteksi kelainan irama jantung serta aktivitas listrik di jantung. Medical check up semacam ini sangat diperlukan mengingat apapun bisa terjadi di laut juga meminimalisir terjadinya panik attack.
Sebagai orang yang bekerja di kapal pesiar Anda harus benar-benar siap mental dan fisik. Untuk itu penting kiranya melakukan medical check up agar diketahui kondisi kesehatan secara menyeluruh. Berbagai penyakit ketika bekerja di kapal pesiar di atas bisa terjadi kapan pun. Untuk tetap memantau kondisi kesehatan Anda dan segera cari solusi ketika merasakan berbagai gejala.