Tips Layout Restoran Sederhana yang Nyaman Bagi Pengunjung
Layout restoran menjadi sebuah nilai estetik yang penting diperhatikan oleh owner. Pada artikel kali ini kita akan mencoba membagikan tips layout restoran yang sederhana, sehingga membuat penggunjung betah berlama-lama dan nyaman menghabiskan banyak waktu di sana.
Seblum membagikan tips layout restoran ini, ada baiknya kita pahami dulu definisi dari layout itu sendiri. Layout secara bahasa dapat diartikan sebagai tata letak. Sedangkan menurut istilah, layout merupakan usaha untuk menyusun, menata, atau memadukan elemen-elemen atau unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, meja/able dll) menjadikan tampilan visual yang komunikatif, estetik dan menarik.
Tujuan dari layout sendiri adalah untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi pengelolaan semua fasilitas produksi dan ruang kerja, sehingga proses produksi berjalan dengan lancar. Efisiensi ini dapat dicapai dengan mengurangi biaya produksi dalam sebuah restoran.
Tips Layout Restoran Sederhana Dan Nyaman
-
Sesuakan kapasitas ruangan dan target market
Dengan mengetahui target market atau audience, maka kamu langkah selanjutnya adalah dengan dengan menentukan konsep, menu, dan target penjualan per hari yang harus dicapai. Ada beberapa peraturan terkait kapasitas dan target market yang harus ditetapkan demi kenyamanan pelanggan.
Nantinya dari sini, kamu bisa memutuskan berapa luas per meter persegi yang ingin dialokasikan per pelanggan. Bukan hanya luas meja dan kursi saja, tetapi juga ruang operasional lain, seperti kasir, lobi, kamar mandi, wastafel, hingga ruang ibadah.
-
Sirkulasi dan jarak antar tempat
Sebagai dasar informasi, sirkulasi disini adalah arus datang, pergi, hingga ruang gerak pelanggan. Pastikan pelanggan dan pelayan tidak bertabrakan karena lorong atau jarak yang terlalu sempit. Buatlah jarak aman. Jangan sampai pelanggan yang datang merasa pengap dan malas untuk kembali lagi.
Contoh membuat sirkulasi ideal:
- Ruang meja = 1,2 m2
- Jarak ideal antar meja = 60 cm – 1m
- Ruang sirkulasi = 20% dari total luas layanan
- Ruang pemesanan = 2 x 1,2 m2 = 2,4 m2
- Ruang kasir = 1,2 m2
- Jarak meja terdekat dari pintu masuk = 2 m
-
Sesuaikan dekorasi ruangan dengan tema utama restoran
Berangkat dari target marekt yang sudah kamu tentukan, dari sini kamu bisa menentukan tema utama restoran yang akan kamu usung. Kemudian sesuaikan dekorasi ruangan kamu dengan tema yang kamu pilih, beri kesan yang nyaman dan menarik bagi penggan yang datang.
Pemilihan tema yang unik, ceruk, dan spesifik akan memberikan nilai tambah di mata pengunjung. Sehingga restoran kamu akan menjadi pilihan, khususnya untuk segmen market yang kamu pilih. Jangan lupa dengan konsep pencahayaan yang baik. Manfaatkan cahaya lampu dengan menyesuaikan posisi meja searah dengan sorot cahaya agar tidak menimbulkan banyak bayangan.
Selain dengan konsep pencahayaan, kamu juga tidak boleh lupa dengan sirkulasi udara. Beri fentilasi atau bahkan jika memungkinkan jendela. Tapi bukan berarti kamu lepas dari tema utama atau dekorasi yang sudah kamu pilih dengan menghadirkan jendela.
-
Tentukan konsep indoor dan outdoor
Menentukan konsep indoor dan outdoor menjadi penting bagi café atau restoran saat ini. Konsep ini tidak hanya cocok untuk café seperti coffee shop saja. Tetapi sebagai restoran juga menjadi penting, apalagi lokasi yang kamu pilih dekat dengan alam. Konsep outdoor yang berhasil kamu hadirkan nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Konsep outdoor yang kamu buat tentu harus mempertimbangkan beberapa aspek, terutama cuaca. Konsep outdoor yang kamu pilih harus bisa menanggulangi hujna dan panas sekaligus. Menjadi rumit jika aspek tersbut kamu abaikan begitu saja. Karena nantinya selain akan membuat biaya produksi membengkak, juga konsep outdoor yang kamu hadirkan menjadi tidak menarik.
Manfaat Layout
- Meningkatkan volume produksi untuk menjaga proses produksi berjalan dengan lancar, menghasilkan tingkat produksi yang tinggi, biaya tenaga kerja minimum, jam kerja dan mesin.
- Memperpendek waktu tunggu, ada keseimbangan antara beban dan waktu antara satu mesin dan mesin lain, tetapi juga akumulasi bahan dalam proses dan waktu tunggu dapat dipersingkat.
- Pengurangan transfer material dan minimalisasi jarak antara proses individu.
- Menghemat ruang karena tidak ada bahan yang terakumulasi dalam proses dan jarak antara masing-masing mesin terlalu besar sehingga area bangunan yang tidak perlu bertambah.
- Mempersingkat waktu pemrosesan jarak pendek antar mesin atau antar operasi.
- Penggunaan fasilitas yang efisien penggunaan elemen-elemen produksi, yaitu tenaga kerja, mesin dan peralatan.
- Tingkatkan kepuasan dan keselamatan kerja, menciptakan suasana yang aman, nyaman, rapi dan terawat dengan baik untuk menyederhanakan pemantauan, menyederhanakan perbaikan dan penggantian peralatan produksi, meningkatkan kinerja, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas.
- Pengurangan kebingungan yang disebabkan oleh bahan tunggu, gerakan yang tidak perlu dan jumlah persimpangan dalam proses produksi.